Rumah

 

Rumah

 Rumah. Apa yang terbersit dari kata rumah? Apa hanya sekedar tempat tinggal? Tempat berteduh? Atau tempat pulang?  

 Ini blog pertama gue, dan gue milih topik yaitu RUMAH. Pasti kita semua punya rumah, mau itu rumah sebagai tempat tinggal, tempat pulang. Tapi kalian pernah ga terpaksa bahkan suka rela untuk pindah dari rumah yang sebenernya  membuat nyaman. Sama dengan pindah hati, untuk pindah rumah juga menguras perasaan yang banyak. 

 Menurut gue rumah itu sama hal nya dengan hati, dia mudah rapuh, jika di dalam rumah tersebut sudah hancur berkeping-keping, mau di poles semulus apa pun tetap ada kerusakan yang terlihat, begitu pula dengan hati. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi tempat selalu membuat kita ingat dengannya, walau tidak semua orang berfikir seperti itu. Jika kalian berfikir rumah adalah tempat paling menjijikan, tempat hal yang paling kalian benci untuk di ingat, ga salah kok. Kalian belum menemukan makna dan rumah yang kalian cari. 

 Dulu gue juga ngerasa gitu. Rumah, apaan sih rumah, kenapa orang-orang bisa sesedih itu denger kata rumah, apakah rumah sebegitu pentingnya. Gue selalu berfikir saat gue pulang ke rumah bukan ketenangan dan kebahagiaan, namun masalah yang ga gue pikirin malah muncul saat gue pulang ke rumah. Selalu cari cara buat gue ga balik ke rumah. Namun saat gue udah ga di rumah, gue selalu merasa kosong, merasa ada yang hilang, namun gue ga gatau apa yang sebenernya gue mau, apa yang sebenernya gue rasain. 

 Mengerti dan memahami itu harus ada dalam suatu rumah. Bukan hanya rumah yang selalu berusaha untuk membuat kita nyaman, memberi apa yang kita butuhkan, selalu kuat dan selalu ada untuk kita. Namun kita juga harus mengerti, bahwa sesuatu tidak ada yang selalu bersama selain diri kita sendiri. Namun sebelum itu kamu harus mengerti dirimu sendiri untuk mendapatkan rumah yang benar-benar saling melengkapi

 Begitu pula dengan pergi dan pulang. Dua hal yang biasa, namun bagaimana cara pergi dan pulang tersebut yang akan membuat itu berbeda. 

Hakikatnya rumah bukan berarti harus selalu mengerti kita






Komentar